Langsung ke konten utama

Bersamamu

Kamu.., yang lagi - lagi ku tulis dalam coretan ini telah mampu membuat bibir ini melukiskan senyumannya sampai kehati...
Tak pernah ku bayangkan banyak tawa yang kau buat saat kita berjalan bersama....
Kau juga ahli dalam membuat perasaan ini jadi keruh karna tingkahmu yang kadang menjengkelkan, tapi kau bungkus tingkah burukmu itu dengan kembali membuat hati dan bibir ini tersenyum....
Saat kau menatapku, banyak sekali terpikir olehku apa yang sedang kau pikirkan...
Kau hanya memandangku, dan terus memandangku namun yang ku lakukan hanya diam tanpa berani untuk bertanya....
Kau telah menjadi sebuah alasan yang hadir sebagai penyemangat untukku.... Tau kah kamu, saat kau memegang erat tanganku, itu adalah suatu hal yang tak pernah ku duga sebelumnya, rasa nyaman dan tak mau melepaskan genggaman erat tanganmu itu menghadirkan rasa hangat yang menyelimuti hatiku....
Saat detik itu, kau meluluhkan jantungku....
Hanya saat bersamamu lah perasaan yang amat istimewa ini menari - nari dihatiku....
Aku sangat berterima kasih pada Dia yang telah membawa kau hadir dan mengisi hati ini.....
Terima kasih telah membawa rasa istimewa ini padaku dan akan ku tanamkan lagi didasar lubuk hatiku....
Aku akan menjaga dan merawat perasaan ini sampai waktunya tiba....
Menutup coretan ini, aku hanya ingin selamanya bersamamu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hi, i'm back

Ini adalah diary pertama yang ku tulis setelah ratusan purnama, cerita pertama ini bukan tentang orang lain. Tapi ini adalah sefruit cerita kehidupan, moment of the truth, atau bahkan hal - hal random yang mungkin gak bisa dibagikan ke semua orang. Jadi yang tau link ini adalah orang yang beruntung karena kamu martabak. Eaaa Btw hari ini kebetulan pagi tadi aku lagi diuji banget mentalnya, sampai didetik aku ngetik pesan itupun aku sambil gemeteran plus hampir keringet dingin krn difitnah yang bukan - bukan sama orang yang sudah ku anggap seperti keluarga. Aku gak akan ceritain detailnya seperti apa, tapi yang aku petik dari kejadian itu adalah bahwa setiap orang itu pasti punya traumanya masing - masing, jadi please be aware dan jangan pernah mainin trauma orang. Sekecil apapun bentuk traumanya! Tapi karena aku bukan anak psikologi jadi aku gak punya penjelasan ilmiah yang gimana - gimana tentang hal ini. Yang jelas dari kejadian hari ini aku sadar, bahwa toxic people itu pasti ada di...

Untukmu yang kemarin katanya menyukaiku

Mungkin perasaanmu benar, yang pernah menilai jika sikapku berubah dari awal kita pertama kali bertemu. Ya, baru sekarang aku membenarkan penilaianmu itu. Mungkin sekarang akan muncul pertanyaan “mengapa baru sekarang menjelaskannya?” Akan ku jawab, “ karena aku menunggu waktu yang tepat”. Jujur saja, aku hanya berniat berteman baik denganmu. Bukan untuk menjadi yang special dihidupmu. Akupun tidak sedang mencari, aku sedang memperbaiki diri. Karena aku ingin ditemukan oleh orang yang tepat dan di waktu yang tepat. Aku sudah tidak ingin lagi membuang waktu berhargaku untuk orang yang salah “lagi”. Jujur aku sudah lelah untuk semua itu. Maka dari itu, sikapku berubah ketika ku tau kau sebaik itu karna kau menaruh rasa padaku. Bukan aku tidak suka jika ku tau kau yang menyukaiku, aku hanya tidak ingin membuatmu berharap. Mungkin dengan caraku acuh padamu, membuat dirimu sadar jika rasa sayang yang diungkapkan sebelum adanya AKAD takkan ada artinya. Selagi l...

boleh aku rindu?

hai.... iya kamu yang sedang menari - nari indah dalam pikiranku aku rindu.... aku tau jika hanya aku yang merasakannya dan sama sekali tidak ada harapan untuk dapat dirindukan kembali olehmu aku tidak jahat bukan? membiarkan perasaan ini tetap tumbuh ditempat yang bukan seharusnya dan bukan jalannya pada tepatnya tapi kubiarkan tumbuh dan terus berkembang setiap saatnya ya tak apa, biarpun sakit aku tetap menikmatinya karna bagaimanapun aku tidak pernah memaksakan keadaan untuk dapat kau terima dan mengerti biarkan saja seperti ini jalannya aku tak pernah menyesali apapun karna disepertiga malamku, selalu kusisipkan namamu nama yang tidak akan asing bagiNya akupun tak tau bagaimana harus menyampaikannya aku hanya tau perasaan ini muncul dan tumbuh begitu saja andai bisa kuberikan saja perasaan ini padamu biar tak perlu kurasakan lagi pedihnya rindu sendiri seperti ini kejam kau rindu selalu datang tanpa mengenal waktu kau tau jika ini sakit? mungkin kau takkan mau...